Posted on

Beware! 10 Keadaan Ini Dapat Merusak Kesehatan Pendengaran Kita

Beware! 10 Keadaan Ini Dapat Merusak Kesehatan Pendengaran Kita

Suara burung yang berkicau di pagi hari. Alunan lagu indah yang berasal dari headset atau earphone kesayangan. Percakapan antar karakter dari serial televisi anak-anak. Semua suara dan bunyi-bunyian ini dapat tertangkap dengan baik, berkat salah satu organ kecil tubuh kita yang bernama telinga.

Sebagai salah satu panca indera penting manusia, kita pasti ingin tetap menjaga kesehatan dan fungsinya supaya tetap prima. Adapun telinga memiliki tiga bagian, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam. Kalau bagian luarnya, disebut Pinna, terdiri dari tulang rawan berlekuk yang dilapisi kulit.

Telinga bagian tengah terhubung dengan tenggorokan/pharynx yang terletak di belakang telinga. Sementara telinga bagian dalam bertugas mentransformasi suara ke implus syaraf yang meneruskannya ke bagian otak.

Okay, karena telinga kita begitu berharga, mari kita perlu telisik apa saja yang dapat merusak kesehatan pendengaran kita dalam list di bawah ini:

1. Peralatan Memasak Yang Bising

Menurut Dr. Kit Frank, AuD seorang pengawas audiologi dari NYU Langone Medical Center, “Penggunaan alat penggiling kopi/coffee grinder, blender atau alat bantu masak yang memiliki suara bising boleh hanya sekali seminggu selama 10 detik. Durasi seperti ini tidak bermasalah bagi pendengaran. Namun, apabila penggunaan blender setiap hari, bisa jadi masalah.” Makin sering telinga menerima paparan suara bising, makin trauma telinga kita. “Seorang ahli masak/chef yang aktif harus mempertimbangkan memakai pelindung telinga,” tambahnya.

2. Suara Keras Dari Headset

Pernahkah teman mengalami telinga berkurang pendengarannya setelah menghadiri perhelatan konser musik akbar? Bukan cuma suara karena konser, ternyata suara yang dihasilkan dari headset juga bisa merusak kesehatan telinga, lho. Menurut Dr. Craig A. Kasper, AuD, FAAA, Kepala Audiologi dari New York Hearing Doctors, menginformasikan, “Risiko lebih besar lagi akan terjadi apabila Anda menambah volume suara atau musik sampai suara di sekitar Anda tidak terdengar. Inilah yang berbahaya.” Sarannya untuk di tingkat aman adalah stel volume di bawah 60% saja, dan belilah headphone yang dapat mengurangi suara dari luar.

3. Pengering Rambut

Alat pengering rambut/blow dryers menghasilkan tingkat suara 85 desibel, angka di mana berbahaya untuk risiko kehilangan pendengaran. “Memang sih, dibutuhkan total 8 jam terus-menerus penggunaan alat pengering rambut untuk mencapai kerusakan telinga. Namun makin sering penggunaannya, makin besar peluang kerusakan telinga. Walaupun tidak dalam waktu dekat, maka seiring bertambahnya waktu, telinga akan mengalami kerusakan,” tambah Dr. Frank.

4. Alat pertukangan

Bunyi dari alar pertukangan yang keras dan terus menerus tentu saja tidak enak didengar. Suara alat bor, mesin pemotong rumput di kebun, palu dan alat tukang lainnya dapat berisiko merusak pendengaran. Solusinya adalah gunakan sepasang penutup telinga yang dapat dibeli toko spesialis yang menjual alat-alat pertukangan

5. Suara Kelas Tari atau Aerobik

Suara kelas tari atau kelas aerobik dapat mengakibatkan kerusakan telinga. Menurut Dr. Kasper, “Apabila Anda menemukan telinga berdenging setelah memasuki kelas tari atau kelas aerobik, ini sudah mengindikasikan kemungkinan risiko kerusakan pada telinga,”. Solusinya adalah apabila tidak memungkinkan meminta instruktur untuk mengecilkan volume, kita boleh melindungi telinga dengan mengenakan pelindung telinga.

6. Demam Tinggi

Waspada dengan keadaan demam tinggi. Temperatur tubuh yang meningkat akan dapat merusak telinga bagian dalam, menimbulkan radang dan kekurangan oksigen.

7. Transportasi Publik

Transportasi publik yang bising dan jadwal rutin yang mengharuskan kita setiap hari selama 1/2jam terkena paparan suaranya, dapat merusak pendengaran. Bahkan suara mobil ambulans yang keras dan terus menerus juga berdampak sama, dapat merusak pendengaran. “Melindungi telinga kita adalah tindakan bagus, bukan tindakan bodoh,” ujar Dr. Frank.

8. Penggunaan Obat-obatan Berlebihan

Penggunaan obat-obatan secara berlebihan dapat melukai telinga. Apalagi kalau dalam jumlah besar atau melebihi takaran yang dianjurkan dokter. Kelompok obat seperti aspirin, ibuprofen atau obat pereda nyeri lainnya dapat mengakibatkan telinga berdenging atau penurunan kualitas pendengaran. Menurur Dr. Frank, “Penggunaan antibiotik dalam dosis tinggi dapat berbahaya bagi pendengaran. Terutama antibiotik seperti gentamycin, neomycin dan antibiotik lain yang berakhiran ~mycin di belakangnya.

9. Kondisi darah

Kondisi darah dengan keadaan terpapar penyakit diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, tingginya tekanan darah dan tingginya kolestrol dapat mempengaruhi sel tubuh, termasuk telinga kita. Menurut Dr. Kasper, “Penderita penyakit diabetes memiliki risiko dua kali lebih besar dari individu sehat untuk mengalami risiko kehilangan pendengaran.”

10. Melewati jadwal kunjungan ke THT

Kalau yang di atas karena faktor luar, yang ini adalah faktor dari telinga kita sendiri. “Kotoran telinga yang menumpuk dan melewatkan jadwal kunjungan tahunan ke dokter THT akan melukai telinga kita,” ujar Dr. Kasper.

Bisa saja walaupun telinga sudah dibersihkan, kita harus mengunjungi dokter THT karena terindikasi infeksi sinus, mengalami alergi atau baru saja pulang dari melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dan transit ke banyak tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *