Posted on

Kamu Tidak Perlu Makan Suplemen Untuk Mendapatkan Vitamin D. Cukup Dengan Berjemur Saja

Kamu Tidak Perlu Makan Suplemen Untuk Mendapatkan Vitamin D. Cukup Dengan Berjemur Saja

Sinar matahari pagi menyehatkan. Kita sudah tau dong dari wejangan mama, papa, oma, opa bertahun-tahun. Manfaatnya di antaranya: sebagai sumber vitamin D, mengontrol tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur, menyehatkan otak dan meningkatkan kadar hormon testosteron.

Namun, tahukah teman sebenarnya jumlah dan durasi sinar matahari yang dibutuhkan tubuh? Karena pada saat bersamaan, sinar UV dari matahari dapat berkontribusi pada peluang terkena penyakit kanker kulit, seperti melanoma.

Tim peneliti dari Spanyol dari Polytechnic University of Valencia (UPV) melakukan studi pada banyaknya jumlah paparan sinar matahari yang diperlukan untuk mendapatkan dosis harian vitamin D yang tepat.

Temuan mereka dalam jurnal Science of the Total Environment, menunjukkan diperlukan 10-20 menit paparan sinar matahari di musim semi dan panas, dan hampir 2 jam di musim gugur dan musim dingin di negeri yang mengalami perubahan sebanyak 4 musim.

Untuk mencapai kesimpulan ini, ahli sains dari UPV, Maria Antonia Serrano dan koleganya, menganalisa radiasi sinar UV matahari selama empat bulan setiap tahun, mulai dari tahun 2003 sampai 2010 di kota Valencia, yang menerima paparan sinar matahari dalam jumlah banyak sepanjang tahun. Penelitian dilakukan sampai keadaan kulit mencapai erythema – yaitu kondisi kulit yang memerah hampir terbakar.

“Penting diketahui angka persentase luasan badan yang terpapar di musim dingin. Makin luas permukaan kulit yang terkena sinar matahari, waktu paparan dipersingkat.

”Studi tersebut juga menunjukkan pakaian tidak hanya sebagai faktor yang mempengaruhi tingkatan vitamin D. Usia individu ternyata memainkan peran penting dalam mengubah sinar UV menjadi vitamin D.

Produksi vitamin D pada tubuh orang yang lebih tua, jumlahnya lebih sedikit. Orang dewasa memproduksi hanya 66% dibanding anak-anak.

Studi tersebut juga menunjukkan dengan persentase 10% bagian tubuh yang terkena paparan sinar matahari di bulan Januari, diperlukan 2 jam 10 menit untuk mendapatkan dosis harian yang direkomendasikan.

Sedang apabila di bulan Juli, hanya diperlukan 10 menit untuk luas paparan sebanyak 25% dari bagian permukaan kulit.

Nah, jauh lebih murah dan mudah dapat vitamin D di Indonesia, negeri yang dilintasi garis khatulistiwa, dengan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Jangan lupa olesan krim anti sinar UV nya yah jika ingin berjemur :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *