Posted on Leave a comment

8 Suplemen Kesehatan yang Sebenarnya Tidak Perlu Dosis Dino

8 Suplemen Kesehatan yang Sebenarnya Tidak Perlu Dosis Dino

Selain kebutuhan tubuh memenuhi kesehatan akan asupan karbohidrat, protein, lemak baik, kita tahu dong manfaat atau pentingnya unsur pendukung yang biasanya terdapat dalam makanan tambahan/suplemen, seperti magnesium, kalsium, asam folat, omega-3, kunyit, vitamin A, vitamin B6, multivitamin.

Mari kita cerna dalam urutan berikut:

1. Magnesium

Kalau selama ini kita tahunya kalsium yang dapat membentuk tulang yang kuat, nah ternyata studi menunjukkan manfaat yang sama dengan kalsium dalam tubuh manusia. Dosis tepat magnesium dapat memperkuat kuat dan memperbaiki kepadatan tulang itu sendiri.

Namun, penggunaan pada wanita yang sedang diare hendaknya dikonsultasikan, karena terbukti malah memperparah gejala diare tersebut, menurut dokter Tasneem Bhatia, seorang ahli obat dan pendiri Centrespring Medicine.

2. Kalsium

Kalau yang ini, ga usa disebutin seberapa populernya. Coba aja bawa ibu kita di gerai obat/kesehatan, pasti pernah ditawarin para SPG. “Konsumsi dosis 400-600 mg kalsium setiap harinya – atau setara 170 gram yogurt dengan kandungan susu 1% – memang dapat menguatkan tulang dan bahkan menyenyakkan tidur.

Namun, konsumsi kalsium yang elebihi dosis 1200 mg malah dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Selain itu, tulang malah jadi lebih rapuh, bisa timbul batu ginjal dan masalah pada kesehatan otak. Seyem!

3. Asam Folat

Suplemen ini tidak diperlukan dalam jumlah besar apabila menu makanan kita sudah banyak mengandung padi-padian, bayam, brokoli, asparagus dan bahkan jeruk! Kekurangan akan asam folat memang dapat berakibat fatal pada janin dan pertumbuhannya, namun apabila teman belum merencanakan kehamilan atau tidak sedang dalam keadaan hamil, boleh dilewatin saja yah.

4. Omega-3

Memegang peranan penting dalam kepadatan tulang, kenyataannya dalam studi terhadap wanita pengidap osteoporosis dengan usia lebih dari 65 tahun – menunjukkan perkembangan yang berarti. Namun, di balik itu, omega-3 berpotensi mengencerkan darah.

Jadi penggunaan terhadap pasien yang punya masalah darah harus diperhatikan kalau tidak mau mengalami efek dari pengenceran darah seperti lebam di area tertentu, mimisan dan bahkan pendarahan otak.

5. Kunyit

Ya ya, daripada susah susah memarut, mungkin kebanyakan kaum metropolis sekarang lebih memilih menelan suplemen kunyit. Terkenal dengan anti peradangan dan sebagai anti kanker, sebenarnya penelitian yang mendalam terhadap curcumin masih kurang, terlebih pada penyerapan ke dalam pembuluh darah manusia.

Studi menunjukkan penggunaannya harus lebih diperhatikan bagi penderita darah encer, karena ditemukan manfaat hampir serupa dengan omega-3, malah dapat meningkatkan pengenceran darah. Kalau sehat, yang ini juga boleh dilewatkan.

6. Vitamin A

Laporan terkini, hanya 1% dari populasi Amerika yang mengalami kekurangan vitamin A. Berperan penting dalam proses reproduksi dan fungsi sistem kekebalan tubuh, vitamin A gampang ditemui pada ubi manis, paprika, mangga, blewah dan wortel. Nah, kita yang tinggal di Indonesia untung buanyak nih, coba kalau beli buah tersebut di Jepang!

7. Vitamin B6

Diiming-iming dapat mempertahankan kulit bagus nan menggoda dan dapat meningkatkan mood, sayangnya menurut dokter Bhatia, suplemen ini tidak boleh digunakan berlebih pada individu yang mengalami mutasi gen MTHFR ~ penyandang mutasi gen ini mengalami kesulitan membuang zat racun dari dalam tubuhnya.

Apabila berlebih, mereka akan menderita sakit kulit, kesemutan dan bahkan kebas pada tubuh. Yang tidak memiliki kelainan gen ini, silakan belanja nih tuna, buncis, salmon liar dan sereal yang sudah difortifikasi.

8. Multivitamin

Menurut dokter Bhatia, kekurangan vitamin tertentu hendaknya konsumsi vitamin tertentu dan bukan malah konsumsi multivitamin. Konsumsi multivitamin sebenarnya lebih tepat pada penderita kekurangan nutrisi.

Kalau kita telah menerapkan pola makan sehat dan seimbang, tidak usah kuatir kekurangan vitamin. Riset dari John Hopkins University di tahun 2013, yang berjudul “Annals of Internal Medicine”, menyimpulkan konsumsi multivitamin tidak menurunkan kadar penyakit ataupun menurunkan risiko kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *